Sejarah YAGSI

Melaksanakan dan mewujudkan panggilanNya (bersekutu, bersaksi dan melayani)

15 Tahun Berjalan

Sejak saya terpanggil dalam ladang pelayanan dan mulai sekolah Misi pada Tahun 2005, disaat itulah alam bawah sadar saya mulai bergejolak. Beberapa Tahun sebelumnya Alam Bawah Sadar saya menampung beban yang begitu banyak.

Melihat anak-anak tetangga putus sekolah, anak usia muda sudah stres alias sakit jiwa, ada juga orang- orang yang sudah lanjut usia (sudah jompo) tapi tidak dirawat keluarganya, ironi sekali dan sangat komplek.
Setelah selesai Sekolah Misi ada Spirit, Strong Vision dalam batin saya. Dalam batin saya hanya ada jiwa- jiwa. Maz 73: 25- 26
Selain Engkau tidak ada yang kuingini dibumi.


Banyak jiwa- jiwa yang membutuhkan uluran tangan Tuhan. Inspirasi Roh itu begitu kuat bekerja dalam batin saya.


Dalam inspirasi Roh “Bangun Jemaat Tuhan dan Membangun Gedung Gereja Baru, Visi Sebuah Griya Victory ( Rumah Kemenangan)”
Sejak hal itu muncul kuat kami bawa dalam doa bersama-sama dengan Anak-anak Rohani yang pada waktu itu baru sekitar 15 – 20 Jiwa.
Kami berdoa bersama untuk sebuah Gedung Gereja. Sambil kami pelayanan misi di Imogiri yang pada waktu itu bersama dengan YTI (Yayasan Transformasi Indonesi) kami buka Pos PI
dan melayani Masyarakat karena gempa melanda Yogyakarta.


Doa kami minta dua Tahun supaya Tuhan menjawab doa kami.( Kis 19: 10)
Tuhan itu nyata dijawablah doa kami, Gedung Gereja bisa dibangun.


Mulai merintis 26 Nopember 2005 dan Gedung Gereja dibangun 09 September 2007, selama tiga bulan kami membangun. Puji Tuhan semua karena Anugrah-Nya.


Jemaat Tuhan mulai fokus berdoa untuk Griya Kemengan yang menjadi kerinduan kami (tiga lantai).
Satu tahun kemudian dibangunlah pondasi calon Gedung Griya Kemenangan, tetapi hanya sampai ditahap awal yaitu pondasi.


Kami terus berdoa bersama- sama dengan jemaat dengan tidak jemu-jemu.


Tahun 2005 kami bertemu dengan seorang jemaat dari Sleman dan jemaat tersebut terus kami mentory khususnya dalam hal kerohanian.
Dan kami tekun untuk terus mendampingin dan mendoakan dalam setiap masalah yang dia hadapi.


Tahun 2018 Seorang ibu yang sekian lama kami dampingi akhirnya disuruh Tuhan untuk menyerahkan sebidang tanah dan bangunan rumah kepada gereja.


Dirumah itu dimulailah Pos PI setiap dua minggu sekali jemaat dari Klaten dan beberapa jemaat yang ada di Sleman berdoa bersama dan mengadakan Ibadah bersama, dengan maksud membuka Pos PI.
Kemudian terjadilah Goncangan, Covid – 19 menimpa Indonesia.
Tuhan menuntun supaya Rumah tersebut selain untuk Pos PI juga untuk Yayasan (Griya Kemenangan)


Tangan Tuhan terus menuntun dan intervensi.
Lahirlah Yayasan Griya Sari Indonesia ( YAGSI).


Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus.
Amin!

Kami selalu siap membantu Anda, Chat sekarang.